Ikal Harun

Organisasi dan sedikit kisah di dalamnya

2 comments
Bicara mengenai kampus tentunya banyak hal yang akan kita temui. Mulai dari Jadwal kuliah yang flexibel, Dosen killer, satpam yang sok ngatur dan tentunya organisasi. Sudah jadi rahasia umum bahwa banyak orang besar dilahirkan dari organisasi intra atau pun ekstra kampus. Saya sendiri termasuk orang yang aktif dalam organisasi dan tentunya melewati serangkaian pengaderan yang ada di internalnya organisasi terebut. Dengan harapan bisa mengikuti jejak orang-orang besar.

Dalam sebuah organisasi kita sangat ditekankan untuk bisa dalam banyak hal. Mulai dari paham administrasi, cara lobi proposal dan sebagainya. Di organisasi juga kita diharuskan bisa jujur,tanggung jawab dan tentunya loyal terhadap organisasi tersebut. celakanya adalah ketika kita harus menerima amanah menjadi ketua dalam sebuah organisasi. mengapa saya mnegatakan celaka? karena saya paham menjadi ketua tidaklah mudah dan itu sudah terbukti dari zaman bahtera nabi nuh sampai Pak jokowi saat ini.

Betapa tidak, kita dipaksa harus bisa memahami berbagai macam karakter anggota kita agar tidak terkesan 'berat sebelah'. sebenarnya dalam memahami saya tidak merasa punya masalah disitu karena saya orangnya cukup memahami psikologi anggota saya sendiri.
yang menantang dalam sebuah organisasi adalah bagaimana kita bisa Konsisten. Bagi orang yang sudah merasakan organisasi tentunya sudah paham betul bagaimana sulitnya untuk konsisten dalam organisasi. Banyak alasan mengapa orang sulit konsisten dalam organisasi. Mulai dari masalah kuliah, pacar yang mulai banyak menuntut, masalah ekonomi dan rasa jenuh.

Saya ingin membahas tentang rasa jenuh dalam organisasi.  saya sebenarnya bukanlah orang yang cepat jenuh dalam sebuah kondisi. karena rasa nyaman hanya kita yang bisa mencptakan bukan orang lain.
Kalau diingat-ingat rasanya semangat sekali ketika mengawali karir sebagai ketua HMJ . dimana program kerja sudah kita rencanakan selama 1 periode dan kita menyatakan diri siap untuk menjalankannya.

Segala rintangan saya dan teman-teman telah  lewati dan akhirnya kegiatan berjalan sukses dalam separuh kepengurusan. yang menjadi masalah adalah ketika banyak pengurus yang mulai merasa jenuh akan nuansa yang ada dalam organisasi. saya pun pernah berada di titik ini. sempat ditinggalkan oleh teman-teman pengurus karena kesibukan masing-masing. saya pun hampir terbawa suasana dan berusah cuek saja karena terbawa ego status sebagai ketua. Namun akhirnya ketika merenung hampir semalaman tentang tanggung jawab dan loyalitas yang sudah ditanamkan sejak masih MABA akhirnya hati ini luluh juga.

Saya hubungi pengurus-pengurus yang saya yakini sebagai motor dalam organisasi. saya sampaikan mengenai kegiatan yang akan kita laksanakan. akhirnya mereka pun setuju dan kembali bersemangat.
saya dan merekapun meracik konsep kegiatan yang akan kita laksanakan sehingganya terlihat menarik animo dari mahasiswa.


singkat cerita kegiatan yang diadakan bulan september ini sukses dan mendapat apresiasi dari pihak Fakultas karena dinilai kreatif dan unik.
dari sini saya memahami bahwa semua orang akan berada di titik jenuh sekuat apapun dia berusaha untuk konsisten. namun yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menyikapinya dengan bijak. Berlarut-larut dalam rasa jenuh hanya membuat otak kita mengecil karena menutup segala ruang yang bisa jadikan kita solusi. peran sebagai ketua haruslah kita jalanlan karena arah dari sebuah organisasi ada kepada kita sebagai ketua. percayalah kita bisa melewati masa-masa sulit tersebut karena sang pelangi tak akan pernah hadir tanpa sang hujan.
Kegiatan terakhir bersama pengurus dan bang Abdur


Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

2 komentar:

  1. Karena kita bukan laba-laba yang masih bisa berjalan tanpa kepala.

    Good writer..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Luar biasa analoginya..good comment.

      Hapus